| Visit kelas XI ke PT Sinar Sosro Gianyar tanggal 30 Oktober 2012 |
Minggu, 04 November 2012
Peresmian Smanbara Interact Club
| David Liscumb, President Rotary Club Bali Lovina, Pak Nyoman Darta: The principal, Handre Kertha Utama: President Interact Club Smanbara, Panudiana Kuhn: District Governor Rotary Club 3420 |
PERESMIAN INTERACT CLUB SMA N BALI MANDARA
SMA
Negeri Bali Mandara(Sampoerna Academy) bersama Rotary Club Lovina meresmikan
organisasi Interact Club yang terbesar pertama di Indonesia dan salah satu
Interact Club yang terbesar di dunia Rabu, 31 Oktober 2012 di hall SMA N Bali Mandara, Kubutambahan,
Buleleng.
Interact
Club adalah organisasi pelayanan dan klub sosial untuk anak-anak muda pada usia
sekolah menengah umur 14-18 tahun yang menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan
tanggungjawab kewarganegaraan dan mempromosikan pemahaman internasional dan
perdamaian. Ini sejalan dengan program sekolah Pathway to Leadership
(Kepemimpinan, Kewirausahaan dan pengabdian kepada masyarakat) serta visi dan
misi sekolah untuk menciptakan pemimpin masa depan.
Nama
Interact berasal dari gabungan antara International dan act yang artinya
bertindak. Interact Club disponsori oleh Rotary Club sebagai program Rotary
International. Sedangkan Club Rotary
pada usia universitas disebut Rotaract. Interact Club SMA N Bali Mandara
disponsori oleh Rotary Club Lovina yang dipimpin oleh David Liscumb, President
Director Rotary Club Lovina.
“Sejalan
dengan visi dan misi sekolah “To create future leades” dan Learn Today Lead
Tommorow, kami malah menyediakan tempat bagi mereka untuk memimpin mulai dari
sekarang. Sehingga di masa depan mereka sudah terbiasa dengan kepemimpinan dan
pelayanan masyarakat” Kata David Liscumb. “ Interact Club nantinya akan menjadi
cikal bakal Rotaract dan Rotary Club. Siswa bisa melanjutkan di jenjang
universitas mengikuti Rotarct dan ketika mereka berkarir mereka mengikuti
Rotary Club”
Setiap
tahun, Interact Club menyelesaikan 1 proyek pengabdian kepada masyarakat dan
satu proyek untuk pemahaman internasional & goodwill. Interact Club
mengembangkan jaringan diseluruh dunia dengan pertukaran persahabatan dengan
klub-klub lokal dan luar negeri. Interact Club juga merupakan ujung tombak
pembentukan Rotaract dan berpartisipasi dalam
Leadership Awards Rotary Youth (RYLA).
Melalui
kegiatan pelayanan, interact club belajar pentingnya: Mengembangkan
keterampilan kepemimpinan dan integritas pribadi, menolong dan menghormati
orang lain, memajukan pemahaman internasional dan goodwill.
“Ada
banyak hal yang bisa dikembangkan di area sekolah SMAN Bali Mandara yang
bermanfaat tidak hanya bagi sekolah tapi juga bagi masyarakat. Pengembangan ini
memerlukan bantuan dari semua pihak “ Kata Pak I Nyoman Darta. “ melalui
Interact Club, saya harap siswa bisa mengembangkan segala potensi di area
sekolah untuk masyarakat”
Beberapa proyek sudah direncanakan oleh siswa
anggota Interact Club salah satunya adalah pemberdayaan hutan di area sekolah.
Pohon- pohon di area sekolah menghasilkan ranting dan daun-daun kering yang
bisa digunakan untuk sumber energy alternative biomasa. Pembuatan biomasa
adalah salah satu program yang akan diajarkan siswa ke masyarakat sebagai
bentuk Community service Interact Club. Program lain adalah mengajarkan
masyarakat memisahkan limbah organik dan non organik. Pengolahan sampah non
organic dan organic akan dilakukan oleh sekolah yang membantu pemerintah dalam
penanganan sampah.
“Pemerintah
sedang membangun gedung untuk mesin pengolahan kompos.”Kata Pak Nyoman Darta. “
Kelak kami bisa menjual kompos kepada masyarakat”
Limbah
non organic berupa plastic bisa dijual berupa cacahan plastic ke pabrik-pabrik
dan ini akan menghasilkan uang bagi sekolah. SMAN Bali Mandara mengembangkan
proposal untuk pengolahan plastik.
Pengolahan limbah berupa kotoran hewan dan
kotoran manusia juga akan direncanakan diolah menjadi biogas yang merupakan
energy alaternative. Bio gas bisa digunakan untuk gas memasak bisa juga diolah
menjadi listrik. Ini bisa menghemat energy dunia selain menghemat uang bagi
sekolah dan masyarakat.
Senin, 22 Oktober 2012
Program Budidaya Jamur Tiram SMAN Bali Mandara yang menjadi juara
![]() |
|
Retno dan Eka saat menerima penghargaan dari Bapak
Gubernur Bali (Denpasar, 16/9/12)
|
Senyum ceria ditambah
wajah sumbringah tak dapat disembunyikan lagi dari wajah Retno Fitriandari dan
Ekasatya Wigunha setelah mendengar pengumuman kejuaraan lomba karya tulis dan
foto jurnalistik Bali mandara tahun 2012. Kompetisi ini diselenggarakan oleh pemerintah
provinsi Bali untuk memperluas dan mengukur pemahaman generasi muda terhadap
program-program pemerintah. Lomba yang bertemakan “Bedah kemiskinan Bersama Bali
Mandara” ini diikuti oleh siswa SMA, mahasiswa, maupun masyarakat umum dari
seluruh Bali.
Retno dan Eka yang mengikuti lomba karya
tulis tingkat SMA itu, berhasil meraih juara 2 dengan judul karya tulis Program
Budidaya Jamur Tiram SMAN Bali Mandara (Sampoerna Academy) Untuk Mendukung
Program Bali Mandara. Dalam karya tulisnya, Retno dan Eka memaparkan analisis
kemampuan dan minat siswa SMAN Bali Mandara (Sampoerna Academy) dalam
berwirausaha serta pengaruh program budidaya jamur tiram terhadap program
pengentasan kemiskinan yang diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Banyak hal yang telah dilewati Retno dan Eka untuk
bisa sampai meraih prestasi ini. Mereka harus melalui dua tahap seleksi, yaitu
seleksi karya tulis untuk mendapat 10 karya tulis terbaik yang
kemudian para penulisnya harus melewati tahap seleksi kedua, yaitu presentasi di
Jaya Sabha, Denpasar (Minggu, 16/9/12). Pada tahap ini kegiatan dihadiri oleh
gubernur Bali, pimpinan SKPD, dan wartawan mitra kerja humas Pemprov Bali. Para
finalis karya tulis ini berkesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya di
hadapan gubernur Bali.
Kesempatan untuk presentasi di hadapan gubernur Bali,
tentunya tidak ingin disiasiakan, oleh karena itu baik retno maupun eka,
mempersiapkan hal ini dengan baik. Beberapa hari sebelum hari-H, Retno dan Eka
selalu berlatih untuk mematangkan persiapannya. Bersama guru pembimbingnya,
Bapak Darsika Aryantha mereka senantiasa meminta kritik dan saran yang
membangun dari banyak pihak. Mereka juga menyiapkan produk jamur tiram beserta
makanan olahannya berupa keripik jamur tiram yang nantinya akan diberikan
kepada dewan juri untuk membuktikan kebenaran penerapan program budidaya jamur
tiram di SMAN Bali Mandara (Sampoerna Academy).
Persiapan yang matang itu pun membuat Retno dan
Eka menyelesaikan presentasinya dengan mulus. “Sebelumnya saya sangat tegang,
tetapi syukurlah setelah diatas panggung rasa tegang itu mulai hilang sedikit
demi sedikit.” Ungkap Retno saat ditanya tentang perasaannya ketika berpresentasi.
Sementara Eka mengaku latihan-latihan yang sudah mereka lakukan sebelumnya,
membuat mereka dapat melewati sesi tanya jawab dengan baik. “Kami sangat
berterimakasih tentunya kepada keluarga besar SMAN Bali Mandara (Sampoerna
Academy) atas bantuan dan dukungannya. Tanpa mereka kami tidak mungkin ada di
posisi ini.” Tandasnya.
Minggu, 21 Oktober 2012
Motivasi dari pengusaha properti dan akademisi
Motivasi dari Prof. Dr. Phil I Gusti Putu Sudiarta, M.Si. Seorang akademisi yang menekuni bisnis property dengan aset lebih dari 40 milyar. Memotivasi anak-anak bahwa akademis dan bisnis bisa sejalan. Pak Phil, biasa ia dikenal akan menyeponsori 1-2 orang anak untuk sekolah di SMAN Bali Mandara tahun ajaran 2013-2014 selama 3 tahun. Siapa lagi yang akan mengikuti jejaknya???
"Belajarlah dari orang
"Bodoh" paling sukses di dunia. Katakan "ya" kepada kemungkinan maupun kemustahilan" motivasi awal dari pak Phil. Pak Phil mengutip 3 orang bodoh yang sangat sukses. Dua orang yang drop out dari Harvard "Bill Gates & Mark Zuckerberg" dan Adam Khoo yang waktu kelas 4 SD dikeluarkan dari sekolah dan masuk SMP terburuk. Mark Zurkerberg disebutkan sebagai orang yang buta warna dan hanya bisa melihat warna biru. Tidak heran warna facebook: Biru hehehe. Adam Khoo memulai bisnisnya sejak umur 15 tahun dan kini memiliki empat bisnis dengan total omzet US$ 20 juta pertahun.
Pak Phil mengungkap bahwa presentase pengusaha di Indonesia hanya 1,56 % dibandingkan negara lain yang diatas 10%.
Semoga dengan enterpreneurship course akan menumbuhkan wirausaha baru di Indonesia dan Bali khususnya untuk mengurangi jumlah pengangguran
Pak Phil mengungkap bahwa presentase pengusaha di Indonesia hanya 1,56 % dibandingkan negara lain yang diatas 10%.
Semoga dengan enterpreneurship course akan menumbuhkan wirausaha baru di Indonesia dan Bali khususnya untuk mengurangi jumlah pengangguran
Kamis, 18 Oktober 2012
motivasi dari Ketua PHRI Buleleng, Dewa Ketut Suardipa
"Saya dulu sekolah di SMP 1 Singaraja, tas
saya isinya batu" Kata Pak Dewa Ketut Suardipa menceritakan perjalanan
suksesnya. Dari anak orang tidak berada menjadi pemilik 4 restoran
terkenal dan ketua PHRI. " Batu itu saya gunakan untuk memp
erbaiki
sepeda saya yang rantainya sering lepas. Banyak orang mentertawakan
saya karena membawa batu di tas. Tapi daripada saya naik angkutan umum
yang kalau dari rumah saya bisa 3 x ganti angkutan dan biayanya besar".
"Saya tidak melanjutkan ke SMA N 1 Singaraja wlaupun NEM saya waktu SMP 45, yang memungkinkan saya dapat SMA 1 Singaraja. Karena tidak ada biaya dan mempertimbangkan agar sekolah lebih dekat"
Setamat SMA, pak Ketut Suardipa melanjutkan ke D1 BPLP dan berangkat kapal pesiar agar cepat merubah nasib. "Saya sudah bosan miskin dan ingin merubah nasib, jadi menggunakan modal kapal pesiar untuk membuka usaha"
Ia menyebut restoran pertamanya sebagai lebih dari bintang 5 karena dak punya atap dan bisa melihat banyak bintang di malam hari. "Jadi siang tukang bekerja, dan malam baru jualan"
"Wiraswasta itu bukan keturunan, kalau penyakit baru ada keturunan" kata pak Dewa lagi.
Sepanjang ada kemauan pasti ada jalan itu pesan pak Dewa buat anak-anak SMAN Bali MAndara dan tak lupa mengingatkan selalu berdoa & Bersyukur kepada Tuhan atas semua rahmatnya.
"Saya tidak melanjutkan ke SMA N 1 Singaraja wlaupun NEM saya waktu SMP 45, yang memungkinkan saya dapat SMA 1 Singaraja. Karena tidak ada biaya dan mempertimbangkan agar sekolah lebih dekat"
Setamat SMA, pak Ketut Suardipa melanjutkan ke D1 BPLP dan berangkat kapal pesiar agar cepat merubah nasib. "Saya sudah bosan miskin dan ingin merubah nasib, jadi menggunakan modal kapal pesiar untuk membuka usaha"
Ia menyebut restoran pertamanya sebagai lebih dari bintang 5 karena dak punya atap dan bisa melihat banyak bintang di malam hari. "Jadi siang tukang bekerja, dan malam baru jualan"
"Wiraswasta itu bukan keturunan, kalau penyakit baru ada keturunan" kata pak Dewa lagi.
Sepanjang ada kemauan pasti ada jalan itu pesan pak Dewa buat anak-anak SMAN Bali MAndara dan tak lupa mengingatkan selalu berdoa & Bersyukur kepada Tuhan atas semua rahmatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

