Selasa, 04 Juni 2013
Pengumuman Penerimaan staff dan guru SMA N Bali Mandara
Kamis, 30 Mei 2013
Boot Camp 2013 :Sebuah Harapan, untuk Pendidikan Sang Buah Hati
Berbeda dengan hari
biasanya, siang itu puluhan bahkan hampir ratusan kendaran roda dua silih
berganti memasuki gerbang SMAN Bali Mandara. Mereka adalah 158 siswa SMP yang
datang dari seluruh arah mata angin di Pulau Bali. Bersama mereka, datang juga para orang tua atau bahkan
beramai-ramai bersama sanak saudara untuk sekedar memberi doa, dukungan dan
semangat. Jarak ratusan kilometer yang ditempuh tak menjadi rintangan lagi, terkubur
oleh segala cita-cita besar yang diemban. Merekalah para peserta Boot Camp SMAN
Bali Mandara tahun 2013.
Kamis (30/05)
merupakan sebuah hari yang cukup dinanti oleh ratusan siswa-siswi di Bali yang
sebelumnya telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta didik baru SMAN Bali
Mandara. Senyum sumbringah tergambar jelas pada raut muka polos para orang tua
yang menghantarkan buah hati mereka ke depan pintu gerbang kesuksesan. Ya,
mereka para orang tua yang mungkin kurang beruntung dalam perjalanan hidup
mereka, dan kini mempunyai pengharapan yang begitu besar terhadap anak-anak mereka agar dapat
mengubah kondisi yang selama ini menjerat. Kondisi keluarga yang terbilang
menengah kebawah dengan pekerjaan yang tidak tetap serta penghasilan yang hanya
cukup untuk uang makan. Begitulah alasan hampir seluruh orang tua siswa memilih
SMAN Bali Mandara sebagai batu pijakan anak-anak mereka. Selain itu,
kepercayaan yang diberikan oleh para orang tua kepada SMAN Bali Mandara
tentunya tidak semata-mata dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi, namun lebih
daripada itu, sistem pendidikan yang ditawarkan oleh Smanbara juga menguatkan
keinginan para orang tua untuk menitipkan anak-anak mereka untuk dididik selama
3 tahun, dan pulang dengan segala bekal kepemimpinan yang dibawa.
Pengumuman boot camp
yang telah beberapa kali diundur membuat para orang tua begitu waswas dan
tegang akan hasilnya. “Seluruh keluarga begitu tegang dan deg-degan ketika menunggu pengumuman hasil seleksi. Ketika
ditelepon oleh pihak sekolah untuk tahap kedua ini, anak saya sampai menangis
haru” jelas I Putu Riaja yang berasal dari Pupun, Tabanan. Saking antusiasnya,
banyak orang tua yang begitu semangat menemani anak mereka belajar matematika
dan bahasa inggris. Ketika ditanya masalah kesiapan melepas anak seandainya
berhasil menjadi pemenang beasiswa ini, seluruh orang tua dengan pasti menjawab
siap. Meskipun beberapa diantarnya harus siap mengambil pekerjaan ekstra sebab
pekerjaan yang sehari-hari dikerjaan bersama sang anak kini harus dikerjakan
sendiri.
Seluruh orang tua
pasti mengharapkan yang terbaik untuk anak mereka. Harapan yang begitu besar,
untuk tidak lagi mengikuti jejak orang tua melainkan pengharapan agar sang anak
bisa tumbuh menjadi seorang calon pemimpin masa depan. Namun, apabila garis
tangan mereka memang tidak ditakdirkan di sekolah ini, orang tua pun tak bisa
berbuat banyak sebab biaya masih menjadi kendala utama.
Jadi,
untuk adik-adik sekalian, berbanggalah kalian akan semangat para orang tua
untuk memperjuangkan pendidikan kalian.
Akhir kata, semangat buat hari
ini adik-adik semua! Doa orang tua selalu menyertai kalian
Senin, 27 Mei 2013
Tak Tanggung-Tanggung Dua Emas di PORDA (Porseni Daerah)
Sangat
menakjubkan melihat
prestasi-prestasi yang berhasil diraih oleh teman-teman. keadaan ini mendorong
ku untuk berusaha menemukan skill
yang ku miliki. Saat itu aku mulai mencoba berbagai hal dalam hidup ku.
Ternyata aku tertarik pada olahraga seni beladiri Kempo. Tidak
tanggung-tanggung karena menyukainya aku pun menekuninya. Hampir setiap hari ku
latih diriku dengan harapan bisa mengembangkan skill yang ku miliki.
Banyak
tantangan dan masalah yang kuhadapi saat
itu mulai dari hal yang komplek sampai pada yang bersifat umum. Sempat
terlintas dalam pikiran ku untuk menyudahi semuanya, karena lelah kurasakan
ketika latihan. Semua anggapan ku berubah ketika mendapatkan support dari orang tua dan teman-teman.
Seperti mendapatkan udara segar kembali, akhirnya proses latihan ku lanjutkan
kembali.
Hampir
setiap hari lelah yang kurasakan. Kadang aku termenung sendiri, tapi kembali ku
sadarkan diriku akan ambisi dan cita-cita yang ingin ku raih. Prestasi adalah
motivasi terbesar ku saat itu. Kuralakan waktu belajar ku tersita untuk
berlatih. Aku tidak pernah berpikir untuk mengesampingkan pelajaran hanya saja
aku harus bisa membagi waktu dengan baik. Bagi ku pendidikan sangatlah penting
untuk masa depanku. Ku gunakan waktu istirahat untuk belajar demi mengejar
ketertinggalan di sekolah. Memang benar ketika kegiatan latihan tersebut
terlaksana semua waktu istirahat ku
gunakan untuk belajar.
Senang
latihan, tampa kusadari kejuaran
Bali Open sudah dekat dan pada saat itu aku
direkomendasikan untuk mengikuti dua kelas seni. Sangat bangga ku rasakan
sebagai atlet pemula. Aku diberikan kesempatan untuk mengikuti dua kelas.
Sekarang waktunya menunjukan hasil latihan yang ku tekuni selama ini. Kejuaraan
dimulai, sebagai atlet pemula aku merasa sangat gugup, tapi aku tetap berusaha untuk tegar dan selalu berdoa.
Hasilnya
sangat membanggakan, bahkan tidak pernah ku bayangkan selama hidupku. Itu
terjadi begitu saja dan sangat mengagumkan. Dua emas berhasil ku kantongi dalam
kejuaraan tersebut, semua orang bangga terhadap diriku tapi bagi ku itu
belum seberapa, masih banyak hal yang
perlu ku kembangkan. Usaha tidak sia-sia hasilnya sangat memuaskan. Mulai saat
itu aku percaya semua hal yang ditekuni pasti akan memberikan hasil yang
memuaskan.
Selasa, 21 Mei 2013
Pengumuman Boot Camp
Kepada seluruh siswa yang mendaftar sebagai
calon peserta didik baru di SMA Negeri Bali Mandara dimohonkan untuk
melihat pengumuman yang lolos untuk mengikuti tahap Boot Camp di link di
bawah ini.
https://docs.google.com/file/d/0B5UtvFWN8hl6dmdEOUtkOGtGOHc/edit?pli=1
https://docs.google.com/file/d/0B5UtvFWN8hl6dmdEOUtkOGtGOHc/edit?pli=1
UWC Scholarships
![]() |
| 3 students of SMA Negeri Bali Mandara succeded to get UWC scholarship. Thalia Viranda will study in UWC Norway. Gede Sumantara will study in UWC British & Vergie will study in UWC Netherland |
Senin, 06 Mei 2013
Chance to Compete with Sea Game Athlete In the Second Rector Cup Undiksa
When the Second Rector Cup
Kempo of Undiksa was held,
I was trained myself very hard and continuously. I want to achieve something
new in my life. I want to make many people proud of my achievement. Far before the Undiksa University published
the competition, I haven’t taken some training
for myself. I had
to prepare for my IGCSE examination. Of
course in that
moment my physical
condition had been decreased. The challenge was
to make my skill back to the normal condition. Very sad I felt when I heard my
mother was sick also; it made me worry to her condition.
Fortunately she had cured
quickly. So, I can continue my training
seriously.
IGCSE
examination came
closely to my life. All of SMAN Bali Mandara student prepared themself very well. So do I. Other than IGCSE exam I had to get training for my Kempo
competition. In that
moment, my friends and family supported
me very much. In the competition I preferred
to join fighting and art category. I believe that by my effort, my dream will
come true. The competition was
very exciting.
In the final stage of my fighting category I had faced with Sea Game Athlete.
It really was great
experience for me. I had a chance fighting with Sea Game Athlete. I felt very honorable
in that moment. Unluckily I
got lose by him.
I
still have the second chance to get my achievement, which is the art category
competition. Fortunately I succeded
and got the silver medal. Very proud for me able to join this great
competition. Which are many participated.
In the competition I had met with
some friends. Through the competition I can keep my friendship very well. Beside joined the
competition, but able to socialize to each other. Honestly
it was really
positive competition. In the competition we competed but outside we are family
forever. I felt very excited in the
moment, my entire friend said congratulation to me. Thank you for your support.
Rabu, 01 Mei 2013
Emas di Awal November
Kamis, 1 November
2012, merupakan hari yang spesial bagi seluruh siswa SMA Negeri Bali Mandara,
karena berhasil keluar sebagai juara kedua pada Olimpiade Biologi Tingkat SMA
Se-Bali di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Prestasi ini datang dari
Ni Wayan Wina Kusuma Yanti, seorang siswa kelas XI IPA dan anggota dari Biology
Club SMANBARA.
Persiapan yang
dilakukan sebelum mengikuti olimpiade ini telah dimulai beberapa minggu
sebelumnya, dan pembinaan yang intensif sejak lima hari sebelum olimpiade.
Dalam persiapan serta olimpiade tersebut, Wina tak sendiri. Ia berjuang bersama
empat orang temannya; Eka Kusuma Yasa, Juniartawan, Budiarta, dan Anom Harjana.
Olimpiade tersebut
diawali dengan babak penyisihan yang diadakan di Aula Kampus Tengah Undiksha.Dalam
babak itu, 178 siswa dari seluruh Bali diseleksi untuk mendapatkan 20orang
terbaik yang akan melanjutkan ke babak final. Pada babak itu, Wina lolos
bersama Budiarta dan kemudian melanjutkan ke babak final.
Babak final terdiri
dari 2 tes, yaitu tes esai dan tes praktikum. Tes pertama, yaitu tes esai,
terdiri beberapa pertanyaan isian dan penjelasan. Sementara tes praktikum
terdiri dari 4 praktikum yang mencakup 4 bidang khusus dalam Biologi. Dalam
babak final ini, ke 20 besar finalis akan memeperebutkan posisi juara serta
Piala Bergilir Gubernur Bali.
Setelah semua tes berakhir, tibalah pada pengumuman
juara. Dalam acara tersebut, Wina berhasil keluar sebagai juara kedua dan
mendapatkan medali emas. Tak hanya itu, ia juga sukses mendapatkan penghargaan
sebagai The Best Practicum, sebuah
penghargaan untuk praktikum terbaik yang memang ia idam-idamkan sejak SMP.
Walaupun, belum
berhasil menjadi yang pertama, Wina tetap bersemangat. Ia akan terus berusaha
untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang Biologi. Semua perjuangannya belum
berakhir, karena ia masih mempunyai mimpi untuk menempatkan piala bergilir
Gubernur Bali dalam perlombaan biologi selanjutnya di SMA Negeri Bali Mandara.
Langganan:
Postingan (Atom)





